Latest Entries »

Tampilkan postingan dengan label Hadist. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Hadist. Tampilkan semua postingan

Jumat, 20 Januari 2012

Mengikuti Perbuatan Jahat dengan Kebaikan

عَنْ أَبِى ذَرٍ جُنْدُبِ بْنِ جُنَادَةَوَأَبِى عَبْدِ الرَّحْمٰنِ مُعَاذِبْنِ جَبَلٍ رَضِىَاللهُ عَنْهُمَا رَسُوْلِ اللهِ صَلَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَلَ : ٱتَّقِ اللهَ حَيْثُمَّاكُنْتَ، وَأَتْبِعِ السَّيِّئَةَ الْحَسَنَةَ تَمْحُهَا، وَخَالِقِاالنَّاسَ بِخُلُقٍ حَسَنٍ. رَوَاهُ التُّرمُذِىُّ، وَقَلَ حَذِيْثٌ حَسَنٌ.
Artinya :
Abu Dzar (Jundub) bin Junadata, dan Abu Abdirrahman (Mu’adz) bin Jabal r.a. berkata: Bersabda Rasulullah saw. : Bertaqwalah kepada Allah di mana saja engkau berada, dan ikutilah perbuatan kejahatan itu dengan kebaikan supaya terhapus kejahatan, dan bergaullah dengan sesama manusia dengan budi yang baik. (Attirmidzi)

sumber : http://agusw.penamedia.com/2005/11/15/mengikuti-perbuatan-jahat-dengan-kebaikan/

Orang Puasa : Jika Menghadapi Makanan

عَنْ أَبِىْ هُرَيْرَةَ رَضِىَ اللهُ عَنْهُ قَالَ : قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : اِذَادُعِيَ اَحَدْكُمْ فَلْيُجِبْ، فَاِنْكَانَ صَائِمًا فَلْيُصَلِّ وَاِنْكَانَ مُفْطِرًافَلْيَطْعَمْ. رواه مسلم
Artinya :
Abu Hurairah r.a. berkata : Rasulullah saw bersabda : Jika diundang salah seorang kamu harus mendatangi, maka jika ia puasa hendaknya berdo’a, dan jika tidak puasa hendaknya makan.(Muslim)

sumber : http://agusw.penamedia.com/2005/10/09/orang-puasa-jika-menghadapi-makanan/

Yang Dilakukan Bagi Orang Berbuat Dosa

مَامِنْ عَبْدٍ يُذْنِبُ ذَنْبًا فَيُحْسِنُ الطُّهُوْرَ، ثُمَّ يَقُوْمُ فَيُصَلِّي رَكْعَتَيْنِ ثُمَّ يَسْتَغْفِرُ اللهَ إِلاَّ غَفَرَ اللهُ لَهُ.
Artinya :
Tidaklah ada seorang hamba berbuat dosa, lantas berwudhu dengan sempurna kemudian berdiri untuk melakukan shalat dua rakaat kemudian membaca istigfar kecuali pasti diampuni dosanya.(HR. Abu Dawud 2/86, At-Timizi 2/257 dan Al-Albani berpendapat bahwa hadits tersebut shahih dalam Shahih Abu Dawud 1/283)

sumber : http://agusw.penamedia.com/2005/09/30/yang-dilakukan-bagi-orang-berbuat-dosa/

Mempererat Shilaturohmi

Rasulullah Saw. bersabda :
مَنْ اَحَبَّ اَنْ يُبْسَطَ لَهُ فِىْ رِزْقِهِ وَاَنْ يُنْسَأَ لَهُ فِىْ اَثَرِهِ فَلْيَصِلْ رَحِمَهُ . رواه البخارى .
Artinya :
Barangsiapa yang ingin dilapangkan rejekinya dan dipanjangkan umurnya, hendaklah senantiasa (rajin) mengunjungi sanak keluarganya.(HR Bukhari)

sumber : http://agusw.penamedia.com/2005/08/13/mempererat-shilaturohmi/

Tujuh Dosa Besar

Rasulullah Saw. bersabda :
اِجْتَنِبُواالسَّبْعَ الْمُوْ بِقَاتِ اَلشِّرْكُ بِاللهِ وَالسِّحْرُ وَقَتْلُ النَّفْسِ الَّتِىْ حَرَّمَ اللهُ اِلاَّ بِالْحَقِّ وَاٰكِلُ الرِّبَا وَاٰكِلُ مَالِ الْيَتِيْمِ وَالتَّوَ لِّى يَوْمَ الزَّحْفِ وَقَذْ فَ الْمُحْصَنَا تِ الْغَا فِلاَ تِ الْمُؤْ مِنَا تِ. رواه البخار ى و مسلم.
Artinya :
Jauhilah tujuh macam dosa yang bertingkat – tingkat (besar), diantaranya ialah :
  1. Mempersekutukan Allah
  2. Sihir
  3. Membunuh diri yang diharamkan Allah kecuali dengan hak.
  4. Makan harta riba
  5. Makan harta anak yatim
  6. Lari dari peperangan
  7. Menuduh wanita yang berimana yang tidah tahu menahu dengna perbuatan buruk dengan apa yang difitnakan kepadanya.
(HR Bukhari dan Muslim)

sumber : http://agusw.penamedia.com/2005/07/20/tujuh-dosa-besar/

Mukmin Yang Kuat dan Larangan Berkata Andaikan Begini

Rasulullah Saw. bersabda :
اَلْمُؤْ مِنُ الْقَوِيُّ خَيْرٌ وَاَحَبُّ اِلَى اللهِ مِنَ الْمُؤْ مِنِ الضَّعِيْفِ وَفِىْ كُلِّ خَيْرٌ اَحْرِصْ عَلَى مَا يَنْفَعُكَ وَاسْتَعِنْ بِاللهِ وَلاَ تَعْجِزْ وَاِنْ اَصَا بَكَ شَيْئٌ فَلاَ تَقُلْ : لَوْ اَنِّىْ فَعَلْتُ كَانَ كَذَاوَكَذَا وَلَكِنْ قُلْ : قَدَّرَاللهُ وَمَا شَاۤءَ فَعَلَ فَإِنَّ لَوْ فَعَلْتَهُ عَمَلَ الشَّيْطَانِ. رواه مسلم.
Artinya :
Orang mukmin yang kuat, lebih baik dan lebih di kasihi Allah daripada seorang mukmin yang lemah. Dan pada masing-masing ada kebaikan sendiri-sendiri. Rajin-rajinlah mengerjakan apa-apa yang berguna di akhirat, dan selalu minta bantuan kepada Allah dan jangan lemah. Kemudian jika engkau terkena sesuatu, jangalah sekali-kali mengatakan : andaikan aku berbuat begini pasti terjadi begini. Sebaliknya engkau harus berkata : Telah ditaqdirkan Allah, dan Allah berbuat sekehendak-Nya. Karena kalimat andaikata hanya memberi jalan bagi gangugan setan. (HR Muslim)

sumber : http://agusw.penamedia.com/2005/07/09/mukmin-yang-kuat-dan-larangan-berkata-andaikan-begini/